Sebuah kejadian kontroversial lahir dalam pertandingan Copa America Centenario hari akhir pekan kemarin. Ekuador terlihat sukses menceploskan bola ke jala Brasil namun tidak disahkan wasit.

Dilansir oleh Caught Offside, pada menit 67, Bolanos menggiring bole ke sisi kiri pertahanan Brasil. Dia kemudian melepaskan sepakan yang tidak kuasa ditangkap oleh penjaga gawang Brasil, Alisson Becker.

Pada video ulang, bola telah melewati garis lapangan. Pelatih Ekuador, Gustavo Quinteros bahkan telah melakukan selebrasi gol itu bersama staf tim.

Tapi sayangnya asisten wasit dan juga wasit punya keputusan lain. Mereka menilai bola tak masuk dan keluar dari gawang. Laga pun berkesudahan sama kuat 0-0.

Sejumlah komentar pun muncul tentang kehadian itu. Ada yang menyebut boleh terlebih dahulu keluar lapangan, namun banyak juga yang mengatakan sah.

Salah satu yang ikut berkomentar ialah manajer Ekuador, Gustavo Quinteros. Ia mengaku telah melihat kejadian itu berkali-kali seusai pertandingan.

“Saya melihat tayangan ulang lebih dari 20 kali. Harus semua (bola) keluar baru out dan itu baru 60 atau 70 persen,” ujar Quinteros kesal, seperti yang dilansir dari Daily Mail.

“Tapi yang membuat saya kaget, melawan Brasil, hakim garis sangat yakin ketika dia mengangkat bendera yang berjarak 50 atau 60 meter. Saya yakin bendera itu tidak akan diangkat bila bukan Brasil. Itu kesalahan yang menyebabkan kami gagal menang, saya sangat marah,” lanjutnya.

Di kubu lain, Brasil tidak mau merespon terlalu jauh gol tersebut. Pelatih Tim Samba, Carlos Dunga, mengaku tak bisa melihat secara jelas kejadian itu.

“Saya tidak bisa bilang itu sah atau tidak, posisi saya amat jauh. Saya tidak melihat di tayangan ulang dan posisi saya sulit untuk mengetahuinya,” tutur Dunga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *